Banyaknya Uang Dari Agunan Beragam Masalah Yang Di Kerjakan Saat 2018

Banyaknya Uang Dari Agunan Beragam Masalah Yang Di Kerjakan Saat 2018 – Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang menyatakan sukses selamatkan uang negara sampai Rp 8,1 miliar. Banyaknya itu datang dari uang agunan beragam masalah yang dikerjakan saat 2018.

“Kita selamatkan uang negara Rp 8,1 miliar. Uang itu dari beberapa kasus yang dikerjakan masalah umum, masalah teristimewa serta masalah perdata di selama 2018,” kata Kepala Kejari Karawang Rohayatie pada wartawan di Karawang, Jawa Barat, Senin (10/12/2018)

Kecuali masalah perdata, kejaksaan membuka masalah korupsi kas Desa Pancawati di Kecamatan Klari. Masalah rasuah desa itu jadi hanya satu masalah korupsi yang sukses disibak Kejari Karawang pada 2018. “Ini memang masalah korupsi pertama yang kami papar di tahun ini,” ujar Rohayatie sekalian menuturkan baru empat bulan berdinas di Karawang.

Masalah korupsi kas Desa Pancawati, kata Rohayatie, miliki potensi merugikan negara sampai Rp 1,7 miliar. Tersangkanya udah diputuskan. Sesudah ditelisik, Kepala Desa Pancawati berinisial HAP bisa di buktikan menyelewengkan dana kas desa sejumlah Rp290 juta untuk kebutuhan pribadi. “Kas desa sejumlah Rp1,7 miliar bersumber dari dana desa, budget dana desa (ADD), dukungan gubernur serta sumber yang lain,” tuturnya mengutarakan.

Modus operandi HAP, menurut Rohayatie, adalah mencairkan kas desa untuk kesibukan, Tetapi, kesibukan itu tidak dilakukan namun dalam laporan pertanggungjawaban, kesibukan itu ditulis seakan udah dilakukan.

“Yang perihal ambil semuanya dana dari rekening desa lantas menaruh uang itu di tempat tinggalnya. Lantas uang itu ditransfer ke rekening pribadinya, walaupun sebenarnya kesibukan belum pula dikerjakan,” papar Rohayatie.

Dalam pengungkapan masalah ini, Kejari Karawang udah periksa 25 orang. Ke depan, menurut Rohayatie, pihaknya mungkin menentukan terduga baru. “Dalam tempo dekat kita akan juga menentukan terduga baru. Waktu ini masihlah proses penyelidikan serta hitung kerugian yang kemungkinannya kian lebih besar,” tukasnya.

Dikarenakan tindakannya, HAP dijaring sejumlah klausal Undang Undang Tindak Pidana Korupsi. “Klausal yang disangkakan yaitu Klausal 2, 8, 9 Undang Undang Tipikor,” kata Rohayatie.

Dalam peringatan Hari Antikorupsi dunia itu, pegawai kejaksaan berbagi stiker imbauan pada orang serta PNS di kantor pemerintahan Karawang.