Cina Masih Puncaki Classmen Asian Games 2018

Cina Masih Puncaki Classmen Asian Games 2018 – Tiga hari sesudah pembukaan Asian Games 2018 yaitu pada Sabtu (18/8), Indonesia telah mendapatkan 4 medali emas, 2 perak serta 2 perunggu dengan keseluruhan keseluruhnya 8 medali.

Selain itu, China, yang memegang juara bertahan Asian Games semenjak tahun 1982 terdaftar telah kantongi keseluruhan 35 medali yaitu 15 medali emas, 11 perak serta 9 perunggu.

Pencapaian medali dengan jumlahnya fenomenal itu bukan tanpa usaha keras. Semenjak umur 6 tahun beberapa atlet muda asal negeri Gorden Bambu ini diwajibkan ikuti session latihan saat 5 jam satu hari sebelum sah menyandang profesi atlet.

Bahkan juga, untuk jadi kebanggaan negara dan bangsa mereka ikhlas mengorbankan waktu bermainnya untuk berlatih keras. Di China, berolahraga adalah usaha bersama dengan yang didanai lewat oleh negara serta uang pribadi.

Di China, medali tidak cuma masalah menang akan tetapi dapat merubah perekonomian keluarga sekaligus juga dihormati beberapa orang. Karena itu, beberapa orang tua pilih menyekolahkan anaknya di sekolah berkurikulum atlet.

Brownell, seseorang antropologis dari Kampus Missouri menyebutkan, banyak siswa yang hadir dari keluarga tidak dapat serta jadikan berolahraga menjadi ticket untuk keluar dari zone kemiskinan.

” Orangtua yang dengan pendidikan tinggi condong tidak menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah spesial berolahraga karena pendidikan yang tidak bagus, ” lanjut Brownell.

Shichahai contohnya, sekolah asrama spesial berolahraga ini didanai oleh pemerintah federal. Tidak hanya sarana komplet berteknologi tinggi, pemerintah China juga tawarkan beasiswa berolahraga buat atlet-atlet muda serta berprestasi.

Yaitu beasiswa international sportsman, national sportsman, grade 1, grade 2 serta grade 3. Buat beberapa orang, langkah tersebut adalah langkah awal untuk dapat melenggang ke Olimpiade besar.

Diambil dari Business Insider, obsesi pemerintah pada medali, diawali sesudah diplomasi Ping Pong pada tahun 1970-an. Diplomasi itu merujuk pada laga pertemanan pada pemain tenis meja asal Amerika serta China, untuk mengubah ketegangan Perang Dingin. Karena itu, berolahraga jadikan alat untuk menjaga kehormatan negara.

Mimpi China untuk memenangi tiap-tiap medali emas di beberapa olimpade semakin bertambah waktu Beijing dipilih jadi tuan-rumah dalam suatu olimpiade tahun 2008.

Saat itu, pemerintah China meluncurkan Project 119, suatu ide untuk mencapai 119 medali emas untuk menolong negara mengentaskan krisis ekonomi di tahun 2000-an

Kemauan untuk dapat mencapai medali emas selalu dipupuk oleh sekolah-sekolah berolahraga pada anak didiknya untuk kemenangan olimpiade di tahun 2020 dan sebagainya. Walau demikian, seringkali skema itu dikiritik karena minimnya evaluasi pada kemampuan lainnya.

Walau memetik pro serta kontra, dapat dibuktikan, skema itu dinilai sukses. Kenyataannya, semenjak tahun 1982 sampai 2014, China jadi juara bertahan di Asian Games sekitar 9 kali beruntun.

Lantas, apa tahun ini China akan menjaga kejuaraan Asian Games?