Korporasi JAD Memunculkan Keresahan Dalam Orang-Orang

Korporasi JAD Memunculkan Keresahan Dalam Orang-Orang – Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali mengadakan sidang ke-2 pembubaran Jamaah Ansharut Daulah (JAD) pada Kamis (26/7/2018) hari ini.

Agenda sidang ke-2 kesempatan ini merupakan pembacaan tuntutan. Dalam sidang yang diketuai hakim Air Bawono, JPU Jaya Siahaan dalam tuntutannya mengatakan, hal yang memberatkan perbuatan terdakwa korporasi JAD memunculkan keresahan dalam orang-orang. Sesaat, beberapa hal yang memudahkan tidak ada.

Pihak JAD sebagai terdakwa diwakili salah satunya pimpinan JAD pusat, Zainal Anshori didampingi kuasa hukumnya Asludin Hadjani.

Menurut jaksa dalam masalah ini memerhatikan ketetapan Ketentuan Pemerintah Substitusi UU nomer 1 tahun
2002 mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme seperti sudah diputuskan jadi Undang undang berdasar pada UU nomer 15 tahun 2003 serta KUHAP dan perundangan-undangan.

” Mengatakan jika terdakwa Jamaah Anshor Daulah (JAD) yang diwakili pengurus atas nama Zainal Anshori sebutan lain Abu Fahry sebutan lain Qomarudin Bin M Ali sudah dapat dibuktikan dengan cara resmi serta memberikan keyakinan bersalah lakukan tindak pidana terorisme, ” kata jaksa Jaya Siahaan membacakan tuntutannya.

” Atas nama satu korporasi seperti ditata serta diancam dalam Masalah 17 ayat (1) serta ayat (2) Jo Masalah 6 Ketentuan Pemerintah Substitusi Undang-Undang Nomer 1 Tahun 2002 Mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme sebegaimana telan diputuskan jadi Undang-Undang Repubik Indonesia Nomer 15 Tahun 2003 dalam surat tuduhan pertama, ” Jaya memberikan.

Diluar itu, tanda bukti simpatisan yang diserahkan pada majelis hakim yaitu berbentuk tujuh unit telephone genggam serta beberapa sim card serta memory card.