Lima Aktor Pembuat SIM Serta KTP Palsu Berhasil Ditangkap Polda

Lima Aktor Pembuat SIM Serta KTP Palsu Berhasil Ditangkap Polda  – Aparat Polda Sulawesi Utara (Sulut) membongkar jaringan pembuat Kartu Tanda Masyarakat (KTP) serta Surat Izin Mengemudi (SIM) palsu di Manado. Jaringan itu terbagi dalam lima orang pemalsu dokumen berbentuk SIM, KTP serta Surat Info Catatan Kriminil (SKCK) . Mereka yaitu BR dengan kata lain Boy (35) , JS dengan kata lain Jun (27) , RN dengan kata lain Ricky (32) , HP dengan kata lain Herry (41) serta ZR dengan kata lain Zainal (33) . Mereka diputuskan jadi tersangka sesuai sama peranan semasing.

Terlebih dulu, Polresta Manado sendiri sudah mengambil keputusan lima orang itu jadi tersangka selesai penggebrekan tempat tinggal percetakan MRC di Kompleks IKIP Bawah Kelurahan Kleak Lingkungan I Kecamatan Malalayang, Manado Kota. Penggerebekan dikerjakan karna di percetakan itu disangka sudah lakukan praktek pemalsuan dokumen.

Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Ibrahim Tompo menyatakan, kejahatan pembuatan KTP palsu itu begitu systematis serta nyatanya telah berjalan lama.

“Otomatis telah banyak akibat yang diakibatkan karna pemakaian administrasi palsu itu, ”kata dia, Selasa (10/10/2017) .

Sesaat Wakapolda Sulut, Brigjen Pol Johni Asadoma dalam info persnya menyebutkan otak dari kejatan ini yaitu Boy. Demikian halnya Jun, Ricky serta Herry jadi pengedit dokumen palsu, dan Zainal jadi pemasok blanko.

”Kasus ini bermula dari laporan seseorang warga pada anggota ‘Buser’ Polresta Manado, Bripka Safri Sandag, mengenai praktek pemalsuan dokumen. Warga itu merasakan satu dokumen Surat Izin Mengemudi (SIM) yang dicurigai palsu, ” tuturnya.

Atas laporan itu aparat kepolisian segera menindaklanjuti dengan penyelidikan. Sesudah memperoleh bukti-bukti yang kuat, Tim Buser lakukan penggebrekan. Sejumlah empat orang diamankan di tempat peristiwa, sedang seseorang sekali lagi jadi pemasok blanko diamankan sesudah dikerjakan pengembangan selanjutnya.

“Praktik ini telah diawali mulai sejak satu tahun paling akhir, beberapa aktor lupa kapan lepas diawali, namun telah satu tahun paling akhir ini. Karenanya kami aparat kepolisian juga akan menelusuri pemesan serta pemakainya dan jaringannya yang berada di lembaga pemerintah, ”tegas Asadoma.