Mulai Bernyanyi Terkait Kasus Suap PLTU Riau-1

Mulai Bernyanyi Terkait Kasus Suap PLTU Riau-1 – Eni Maulani Saragih mulai ‘bernyanyi’ masalah masalah suap PLTU Riau-1 yang menjeratnya. Dari mulai ada perintah untuk mengawal project sampai saluran uang ke Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar dibeberkannya.

Wakil Ketua Komisi VII DPR itu awalannya memaparkan mengenai ada uang suap yang diterimanya untuk kepentingan Golkar. Eni memang saat itu menjabat menjadi bendahara Munaslub yang diselenggarakan tahun 2017 itu.

” Yang tentu barusan ada ya, mungkin saya terima Rp 2 miliar itu saya terima ada beberapa ke saya ini kan untuk Munaslub Golkar, ” kata Eni selesai melakukan kontrol di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (27/8).

Sesudahnya, Eni mulai membuka mengenai pertemuannya dengan Direktur Utama (Dirut) PT PLN Persero Sofyan Basir serta Johannes B Kotjo sebagai pemegang saham Blackgold Alami Resources Ltd. Perusahaan itu adalah salah satunya sisi dari konsorsium project PLTU Riau-1.

” Pendalaman dari pertemuan-pertemuan pada saya, Sofyan Basir, dengan Johannes, ” tutur Eni di gedung KPK, Jumat (31/8).

KPK lalu menangkap Idrus Marham menjadi terduga anyar dalam pergerakan masalah itu. Rupanya, ada peranan Idrus dibalik beberapa penerimaan suap Eni.

” IM (Idrus Marham) tahu Eni itu terima uang serta beberapa dari uang itu dipakai untuk Munaslub Golkar, saat itu IM menjadi Sekjen Golkar, ” tutur Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Jumat (31/8).

” Ada komunikasi pada si Eni dengan IM serta di dukung dengan juga info keterangan dari Johannes Kotjo. Utamanya apakah, si Eni itu saat terima uang dia tetap lapor ke Idrus Marham untuk dikatakan, ” sambung Alexander.

Perkataan Eni bukan isapan jempol semata-mata. Kabiro Humas KPK Febri Diansyah membetulkan ada pengembalian uang dari pengurus Golkar.

” Yang tentu dari pengembalian uang itu dengan nilai seputar Rp 700 juta-an serta keterangan-keterangan yang dikasihkan lalu uang itu dikerjakan penyitaan serta masuk dalam berkas masalah ini, ” tutur Febri, Jumat (7/9).

Diluar itu, Eni juga membuka ada perintah dibalik apa pun yang dikerjakannya. Siapa yang memberikan perintah kepadanya?

” Perintah-perintah dari tentu saja berawal dari sebelum saya kenal Pak Kotjo ya. Itu perintah dari Pak Setya Novanto, ” kata Eni.

Eni juga mengakui kenal Kotjo yang terlilit menjadi terduga yang menyuapnya dari Novanto. KPK pasti tidak mendiamkan hal tersebut demikian saja. Novanto sempat saat 2 hari beruntun dicheck KPK, tapi menyanggah ikut serta masalah masalah yang menangkap Eni.

Sampai pada akhirnya Eni mengakui didatangi Novanto langsung.

” Barusan saya telah mengemukakan pada penyidik, penyidik bertanya pada saya mengkonfirmasi pada saya atas kehadiran Pak Novanto menjumpai saya. Saya telah terangkan apakah yang dikatakan Pak Novanto semuanya ada lima perihal, pada penyidik. Memang apakah yang dikatakan oleh Pak Novanto membuat saya kurang nyaman, ” kata Eni.

Tentang perkataan Eni, pengacara Novanto, Maqdir Ismail, membantahnya. ” Selama yang saya ketahui tidak benar itu serta untuk apakah Pak Novanto ancam-ancam Bu Eni, ” tutur Maqdir.