Tradisi Larung Sesaji Dipercaya Bebaskan Desa Dasun Dari Mara Bahaya

Tradisi Larung Sesaji Dipercaya Bebaskan Desa Dasun Dari Mara Bahaya – Masyarakat Desa Dasun Kecamatan lasem, Rembang mengadakan kebiasaan larung sesaji. Kebiasaan itu adalah kebiasaan tahunan yang sudah dikerjakan dengan turun temurun.

Acara dengan diawali mengarak gunungan sesaji berisi jajanan pasar, makanan tradisionil, serta buah-buahan. Gunungan sesaji diarak dari gedung serbaguna Desa ditempat menuju perahu untuk setelah itu diberangkatkan ke Pulau Gosong. Di sanalah, gunungan sesaji akan dilarung.

Yang sangat mencolok dalam gunungan itu merupakan kepala kambing serta gumpalan nasi yang dibuat mirip boneka manusia sekitar dua buah.

Sebelum diberangkatkan, masyarakat mengadakan doa bersama dengan mengharap ada keberkahan dari pekerjaan yang diselenggarakan itu. Setelah itu, perahu yang mengangkat sesaji itu pergi, disertai beberapa puluh kapal yang berisi masyarakat ditempat.

Tasiban Carito, sesepuh Desa ditempat menyampaikan, pekerjaan itu telah jadi kebiasaan masyarakat ditempat serta tetap akan jadi sakral hinga turunan setelah itu. Masyarakat yakin, dengan melakukan pekerjaan itu Desa Dasun akan terlepas dari semua bentuk mara bahaya.

” Telah dari jaman dulu ada seperti ini serta ini telah kebiasaan kita. Ini sesajen kita turunkan di Pulau Gosong, jaraknya seputar 5 km. dari daratan Desa. Dalamnya ya beberapa macam. Kita yakin ya memang laut utara itu ada yang miliki, hingga berikut bentuk kita masih menghormati serta perasaan sukur kita pada sang pencipta, ” kata Mbah Carito, sapaan akrabnya.

Selesai sesaji di turunkan di Pulau Gosong, beberapa ratus masyarakat yang turut pergi dalam proses lelarungan itu langsung menggempur gunungan sesaji yang telah dilepaskan di dalam laut.

Pulau Gosong sendiri adalah dataran yang menyembul ke permukaan di dalam laut. Dahulu, pulau Gosong masih tetap berbentuk daratan tujuan wisata, akan tetapi sekarang ini karena imbas dari pengikisan, pulau itu hilang.