Pekerja Wajib Tau Soal Kesehatan Dalam Aktifitas Bekerja

Pekerja Wajib Tau Soal Kesehatan Dalam Aktifitas Bekerja – Tidak hanya fisik, kesehatan jiwa jadi factor mutlak kesehatan seseorang. Sayang, kesehatan jiwa di tempat kerja sering tertangani jadi satu di antara sisi mutlak kesehatan keseluruhannya. Guna mendukung mental pekerja, bahasan Kesehatan Jiwa di Tempat Kerja juga diangkat di Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2017.

Ada banyak factor kemungkinan seorang pekerja rawan tidak memiliki kesehatan jiwa yang baik. Beberapa besar terkait dengan dengan hubungan antar model pekerjaan, lingkungan organisasi dan manajemen, pekerjaan yg tidak pas utk kompetensi seseorang, stage karir tidak jelas.

Bisa pula seorang pekerja jadi stres karna beban kerja yang tinggi serta jam kerja tidak fleksibel. Sering juga dilaporkan yang menyebabkan stres karna penindasan, intimidasi, pelecehan, dan bullying seperti dieksposkan Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia Eka Viora.

” Kemungkinan pekerjaan terkait dengan masalah fisik dan psikologis ini dapat menyebabkan tingginya biaya perusahaan karna tingginya klaim asuransi kesehatan, ” kata Viora dalam rilis yang diterima Health.

Buat tempat kerja yang sehat

Apabila lingkungan kerja tidak sehat, hal sejenis ini mempunyai resiko pada ketidakhadiran (absentieeism), rendahnya motivasi bekerja, serta hilangnya produktivitas. Hal sejenis ini tentu memiliki dampak pada kekuatan satu perusahaan.

Untuk tingkatkan kesehatan kerja karyawan, diperlukan satu tempat kerja yang sehat. Yakni satu tempat pada pekerja dan pimpinan dengan aktif bertindak pada lingkungan kerja dengan mempromosikan dan buat perlindungan kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan semua karyawan.

Viora menjelaskan utk buat tempat kerja yang sehat dibutuhkan regulasi, kebijakan dan taktik yang tentu. Bisa dilaksanakan dengan tiga pendekatan itu :

1. Buat perlindungan kesehatan jiwa dengan kurangi factor kemungkinan terkait pekerjaan.

2. Mempromosikan kesehatan jiwa dengan tingkatkan sisi positif danpotensi karyawan.

3. Mengatasi masalah kesehatan jiwa tak ada simak apa pemicunya.

Pemberi kerja juga perlu memberikan keyakinan apabila ada dukungan kesehatan jiwa agar pekerja dapat menyambung atau kembali bekerja serta hidup jadi orang yang bahagia. Salah satunya ada konselor di kantor yang bisa diajak berkonsultasi atau berbagi.

” Akses pada service kesehatan jiwa bisa dibuktikan bermanfaat utk pekerja yang alami depresi dan problem jiwa yang beda, ” pesan Viora.